Usaha Ternak Penggemukan Domba dan Kambing

Bookmark and Share


Usaha Ternak Penggemukan Domba dan Kambing - Dunia peternakan di Indonesia secara umum belum tumbuh dan berkembang dengan baik. Terbukti, dengan maraknya impor sapi dari Australia dan lebih populernya daging ayam dan telur ayam broiler dibanding dengan daging dan telur ayam kampung.

Hal ini disebabkan karena sektor peternakan masih dipandang sebelah mata, baik oleh pemerintah maupun swasta. Hal ini juga menjadi tantangan bagi kita, untuk mengembangkan usaha ternak. Berawal minat berwirausaha peternakan contohnya, sebuah usaha penggemukan domba dan kambing.

Pengolahan ternak harus dilakukan secara terpadu yaitu dengan menggunakan sistem manfaat, semua yang ada pada domba atau kambing seperti daging, kulit, tulang kepala sampai dengan kotoran dapat dimanfaatkan tanpa ada yang dibuang. Biasanya domba atau kambing yang akan digemukkan, didatangkan dari daerah lain. Pemberian vitamin untuk pemulihan kondisi ternak yang baru datang dan tidak lupa diberikan obat untuk pencegahan penyakit.

Selain itu juga diberikan obat cacing untuk mencegah ternak cacingan. Domba yang akan digemukkan dimasukkan kedalam penampungan sementara untuk istirahat, kemudian dicukur dan dimandikan. Proses selanjutnya domba dipindahkan ke dalam kandang penggemukan. Kandang terdiri dari 4 lokal kandang koloni dan 1 lokal kandang individu. Penanganan kotoran atau limbah digunakan sebagai pupuk.

Soal pemasaran hewan ternak cobalah dipasarkan ke lembaga aqiqah dan rumah potong hewan tradisional di wilayah Jabodetabek serta melayani kebutuhan masyarakat akan hewan kurban agar kebutuhan daging di indonesia bisa tercukupi melalui budidaya usaha ternak negara kita sendiri sehingga tidak import dari luar negeri lagi. (sumber)



{ 0 comments... Views All / Send Comment! }

Post a Comment